Thursday, January 14, 2016

Tali Kasih di Penghujung Tahun 2015

Temanggung. Bernama Ibu Nur Rahayu seorang ibu yang baru saja melahirkan bayinya. Beralamat di Dusun Jlamprang, Desa Mojosari, Kec. Bansari Temanggung. Ibu Nur ini harus berjuang untuk bisa melunasi biaya rumah sakit sekitar 2.150.000 setelah persalinannya dirujuk oleh bidan puskesmas ke rumah sakit daerah dikarenakan lahir prematur. 

Khitan Bersenyum 2015


Temanggung. Di penghujung tahun 2015 Laziz Jateng bersama dengan Palang Merah Indonesia wilayah Temanggung, Bank Jateng, Sedekah Rombongan dan tentu saja Simpul Sedekah menyelenggarakan Khitan Bersenyum 2015. Kegiatan ini telah dilaksanakan di Temanggung pada tanggal 23 Desember 2015 dengan mengundang Wakil Bupati Temanggung Bapak Irawan Prasetyadi, M.Si. 

Saturday, December 19, 2015

Breakfast on the road


Jogja. Setelah vakum hampir satu tahun lamanya, akhirnya simpul sedekah kembali menggelar program tebar nasi. Jika di awal program, SS melakukan tebar nasi tiap malam jumat hingga dini hari yang menyasar untuk para tuna wisma, tukang becak, hingga buruh gendong. Selain tebar nasi malam hari, SS juga bergerak untuk berbagi nasi di lingkungan rumah sakit. Tujuan dari berbagi nasi ini adalah untuk memberikan makan siang kepada para penunggu pasien di kelas 3 dan rumah sakit terbatas untuk rumah sakit daerah dan rumah sakit yayasan. 

Namun dengan pertimbangan kurang efektifnya tebar nasi malam hari dikarenakan tidak semua nasi bungkus yang dibagikan langsung dimakan. Selain itu bukan jam biologis untuk makan terlalu malam/dini hari dan pertimbangan akan kondisi nasi layak makan. Maka program ini ditiadakan. Sedangkan untuk program berbagi nasi ke rumah sakit belum terlaksana kembali karena kendala SDM. 

Pembangunan Masjid/Musholla

"Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS At Taubah :18)

Seperti yang diungkapkan oleh HR Bukhori, barang siapa yang mendirikan masjid, maka Allah akan bangunkan semisal surga.

Alhamdulillah, selama bulan November - Desember 2015 simpul sedekah turut serta dalam donasi pembangunan masjid/mushola di beberapa wilayah.

Friday, December 4, 2015

Rumahku Rumahmu Rumah Kita Semua

Temanggung - Kembali Simpul Sedekah beraksi untuk kaum dhuafa. Kali ini ada 2 orang dhuafa yang membutuhkan uluran tangan kita semua. Pertama adalah sepasang suami istri yang sudah berusia lanjut di Candi, Pucang, Magelang. Istri dalam kondisi lumpuh, suami hanya mengandalkan penjualan sapu lidi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Rumah mereka berukuran 2x3 meter di tengah-tengah pohon bambu. Rumah tersebut berdiri diatas tanah warga dan kondisi rumah yang dibangun warga sekitar tersebut tidak dilengkapi jendela serta ventilasi. Untuk kebutuhan mandi sehari-hari hanya disebelah dinding rumah, karena tidak memiliki kamar mandi/wc. Untuk dapur menjadi satu dengan tempat tidur sehingga untuk kesehatan kurang baik karena kepulan asap tidak dapat keluar karena tanpa adanya ventilasi. 

Saturday, November 7, 2015

Anak Tanpa Usus

Dabo-Kep. Riau. Bersyukurlah bagi kita yang senantiasa diberi sehat dan dapat melakukan aktivitas apapun tanpa mengalami kendala. Tidak seperti adik kita Aidil (2 tahun) yang tidak dapat bergerak bebas karena memiliki masalah dengan pencernaannya. Sejak lahir, Adil yang tinggal di Dabo Singkep, Kepulauan Riau tidak dapat buang air besar lewat dubur. Hal ini menyebabkan perutnya membesar dan solusi yang dilakukan dokter waktu itu adalah dengan mengeluarkan ususnya, sehingga buang air besar melalui kantong. Sewaktu masih bayi, ususnya kecil, namun karena keterlambatan operasi karena keterbatasan biaya saat itu maka ususnya membesar di luar. 

Berbagi bersama dhuafa

Magelang-Temanggung. Bernama Mbah Samsuri, pria paruh baya sekitar 80 tahun (beliau tidak tahu persis berapa usianya), yang mengalami masa penjajahan Belanda di masa remajanya. Mbah Samsuri tinggal di Desa Winong, Pringsurat, Temanggung, di sebuah rumah sederhana seorang diri karena istrinya telah meninggal. Meskipun memiliki 3 anak, 2 diantaranya telah bekerja di luar kota sedangkan satu anaknya tinggal di dekat rumah beliau dengan kondisi yang seadanya.